Semua Yang Ada Disini Tak Ada Yang Abadi........

Senin, 22 Maret 2010

10 Pekerjaan Yang Membosankan

Ada beberapa pekerjaan yang dianggap paling membosankan. Tetapi penghasilan dari pekerjaan tersebut bisa dibilang lumayan dan pekerjaan mereka dapat membantu banyak orang.
Pekerjan tersebut adalah...

1. Mailing Staff

Tugas mereka adalah mengecek dan menyusun surat-surat yang masuk. Mengatur sedemikian rupa dan menggolongkannya berdasarkan alamat, divisi atau daerah tujuan. Bekerja dengan tumpukan-tumpukan surat yang sama setiap hari jangan harap Anda bisa bernafas lega, karena mungkin yang ditemui setiap hari hanyalah ratusan hingga ribuan surat saja. Yang membedakan mungkin tulisan, alamat, warna amplop atau pernik perangko yang digunakan. Selamat, mailing staff menduduki posisi pertama pekerjaan yang paling membosankan!



2. Greeter

Jika Anda pergi ke mall-mall, supermarket atau hotel ada seorang greeter (penyambut tamu) yang akan berdiri manis dengan kostum khusus yang selalu diharuskan terlihat rapi sepanjang hari. Well, Anda mungkin akan menganggap remeh orang ini. Bahkan saat ia menyapa Anda, "Selamat datang", Anda tak akan menatap atau memberinya senyuman manis dan bergegas masuk ke tempat tujuan Anda. Kasihan ya, padahal dia sudah berdiri sepanjang hari dan mengucapkan kalimat 'selamat datang' berulang-ulang. Jika dihitung, mungkin ia sudah ribuan bahkan jutaan kali mengucapkan kata 'selamat datang'. Nggak ada kata lain ya? (Sayangnya tidak ada, karena itulah pekerjaan mereka).


3. Data Entry


Bergulat dengan seorang pesumo mungkin Anda akan bonyok dan memar, tetapi bergulat dengan data setiap hari akan membuat Anda menjadi orang terjutek di dunia (wajahnya kini tampil dengan dahi berkerut, pipi turun, senyum hampir musnah, mata memicing dan alis turun). Tak mudah lho menjadi data entry, karena sekali ia melakukan kesalahan kecil semua data yang ia masukkan harus dicek kembali satu per satu, padahal data yang ada bisa jadi berlembar-lembar atau berjuta-juta kilobyte. Untuk itulah terkadang para data entry terkenal jutek dan judes, mereka termasuk karyawan yang tidak terlalu ramah saat bekerja. Bahkan mungkin saat Anda bersemangat ingin menceritakan gosip yang paling seru, ia akan mengusir Anda dengan juteknya.


4. Operator

Anda mungkin pernah sebal dengan seorang operator yang lama sekali menerima telepon panggilan dari Anda. Tetapi wajar jika ia membuat Anda menunggu, karena sebelumnya ia sedang berbicara dengan customer lain yang sama tak sabarannya seperti Anda. Bahkan mungkin telinganya memerah dan jantungnya berdegup kencang dan teremas-remas gemas saat nama-nama aneka satwa di dunia keluar dari mulut si customer. Yang menyedihkan pada umumnya mereka bekerja selama 8 jam sehari, dan dalam 8 jam itu pula mereka tak berhenti berbicara (kecuali saat sedang buang air kecil atau breaktime). Selain membosankan, mungkin mereka berhak mendapatkan predikat orang-orang tercerewet di dunia, karena mereka tak pernah berhenti berbicara.


5. Quality Control


Mengkritik dan menilai hasil pekerjaan orang lain memang lebih mudah ketimbang melakukan pekerjaan itu sendiri. Namun jangan dianggap enteng juga, karena terkadang dalam sehari mereka akan menghadapi barang yang sama berulang-ulang, dan harus memastikan kualitas barang tersebut sudah memenuhi syarat dan ketentuan. Misalnya saja ia adalah quality control produk minuman kopi, dari 1000 gelas kopi yang diproduksi dalam sehari, ia harus memastikan bahwa ke-1000 gelas tersebut memiliki rasa yang sama, dipack secara benar dan memiliki kuantitas yang sama. Terbayangkah di benak Anda bagaimana rasanya mencicipi 1000 gelas kopi setiap hari?


6. Petugas Jalan Tol


Duduk seharian di ruangan yang sempit sambil menerima dan memberikan uang kembalian di tengah jalan adalah pekerjaan yang paling membosankan dan berhasil duduk di urutan ke-6. Dalam sehari tak hanya satu atau dua mobil saja yang lewat, namun bisa ribuan. Betapa jenuhnya melakukan hal yang sama selama ratusan hingga ribuan kali dalam sehari (dan bayangkan juga jika dilakukan selama 30 hari, 12 bulan, beberapa tahun).


7. Ilmuan / Peneliti


Lupa tidur, lupa makan, lupa mandi, begitulah di benak Anda yang terbayang tentang seorang peneliti. Sedikit banyak gambaran Anda ini benar, karena pada umumnya seorang peneliti/ilmuwan akan memanfaatkan hampir semua waktunya untuk mengamati penelitian yang sedang dilakukannya, dan ia tak akan membuang waktu dan melewatkan saat penting dalam perubahan penelitiannya. Hal ini juga tidak dilakukan sekali dua kali lho, bisa ratusan bahkan ribuan kali mencoba sampai ditemukan hasil yang ia inginkan.


8. Akuntan


Menghitung jumlah angka-angka mungkin mengasyikkan bagi beberapa orang, namun jika yang dihitung adalah angka-angka berupa nominal uang dan bukan milik sendiri, bisa menjadi salah satu pekerjaan yang paling menjemukan. Sudah pusing dengan angka, yang dihitung juga bukan uang sendiri, tetapi orang lain. Membosankan bukan?


9. Konsultan



Membantu memecahkan persoalan orang lain mungkin terasa lebih mudah, karena saat itu pikiran kita sedang jernih dan lebih mudah mengambil tindakan secara obyektif. Tetapi jika pertanyaan yang diajukan relatif sama, tentunya lama-lama kita jenuh juga menjawabnya. Begitulah yang biasa dialami para konsultan, seringkali mereka menghadapi banyak pertanyaan yang sama dan membuat mereka jenuh. "Duh orang ini kok nggak ngerti-ngerti sih!" padahal yang mereka hadapi bisa jadi 100 orang yang berbeda, tetapi dengan satu pertanyaan yang sama. Andai saja mereka bisa dikumpulkan dalam satu moment dalam sekali jawab mungkin akan lebih mudah ya.


10. Aktor/Aktris Peran Antagonis


Berperan sebagai orang yang jahat itu membosankan lho. Karena sudah kodratnya manusia itu ingin menjadi lebih baik dan ingin selalu tampil baik, tetapi bagaimana jika di depan kamera ia harus berakting sebagai orang jahat? Yah mau tak mau ia akan berusaha semaksimal mungkin menampilkan sikap terjahatnya (walau di dalam hati kecil ia tak mau begitu). Dan sedihnya bisa jadi di luar lokasi syuting tiba-tiba ada ibu-ibu yang mencaci dengan penuh benci akibat keberhasilan aktingnya menjadi sosok jahat. "Ih aku nggak jahat lho!"
Selengkapnya...

Rabu, 17 Maret 2010

Tanda-Tanda Cinta

Dua orang sahabat sedang ngomongin tanda-tanda cinta.
"Kelihatannya aku pernah jatuh cinta sebanyak tiga kali," kata salah satunya.
"Kok bisa?" tanya temannya.
"Lima tahun lalu, aku benar-benar sayang sama cewek yang nggak mau berurusan denganku."


"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu obsesi. Lalu dua tahun lalu, aku bener-bener sayang sama seorang cewek seksi yang nggak ngerti aku."
"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu nafsu. Dan tahun lalu, aku ketemu cewek di kapal menuju Karibia. Doi cerdas, pinter, dan ramah. Dan setiap aku buntutin doi di atas kapal, perutku mual."
"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu mabuk laut."

"Aku berkata kepada pembual-pembual: "Jangan membual." Dan kepada orang-orang fasik: "Jangan meninggikan tanduk!"


Selengkapnya...

BARU LAHIR

Seorang bayi yang baru lahir, yang masih berada di rumah sakit, berkata kepada bayi yang berbaring di sampingnya, "Aku pasti bayi laki-laki!"
Bayi yang satunya bertanya, "Kok kamu yakin?"
"Rahasianya ada di bawah selimutku ini; Aku dapat memperlihatkannya padamu ...."
"Aku mau lihat! Aku mau lihat!"
"Sssstt!! Tunggu sampai suster-susternya pergi deh ...!"
Beberapa menit kemudian, "Aku bisa ngeliatin ke kamu sekarang ..., nihh lihat nihhh ...."

Perlahan bayi itu menyingkirkan selimutnya, dan bayi yang satunya langsung berusaha melihatnya.
"Bisa lihat nggak?" tanya bayi yang pertama. "Yang di bawah ini lho."
"Apa sih?" tanya bayi yang satunya.
"Aku pakai kaos kaki biru!"
"Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap."

Selengkapnya...

Batu Besar

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"


Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-ker ikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,"Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."

"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!" sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya."

"Oh, bukan," sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan "batu besar" terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."

Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga.

Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestin ya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: "Apakah "Batu Besar" dalam hidup saya?" Lalu kerjakan itu pertama kali.

Selengkapnya...

MENANTU SAYANG MERTUA

Alkisah ada Seorang ibu yang Punya 3 menantu dari ke-3 putrinya yang cantik-cantik, sang ibu mertua ingin tahu apakah ketiga menantunya itu sayang kepada mertuanya atau cuma putrinya doang.

Dia lalu memutuskan menguji mereka secara bergantian. Suatu hari dia mengajak menantu pertama naik perahu motor ke tengah laut. Di sana dia sengaja menjatuhkan dirinya dari perahu & terlempar ke dalam air laut. Sang menantu tanpa pikir panjang langsung terjun menyelamatkan ibu mertuanya.
Besoknya ketika keluar rumah, sang menantu pertama melihat mobil Nissan Livina terparkir di depan rumah, & secarik kertas bertulisan "Dari ibu mertuamu".

Giliran menantu ke-2 yang diajak ke tengah laut. Sekali lagi sang mertua pura-pura terjatuh & terlempar keluar perahu. Menantu kedua ini melupakan pakaian & dompetnya, langsung terjun demi menyelamatkan mertua tercinta.
Besoknya di depan rumah menantu ke-2 terparkir Toyota Alphard, disertai kertas bertuliskan "Dari ibu mertuamu"

Ketika giliran menantu ke-3 diajak ke tengah laut, sang mertua kembali melakukan gerakan terjun bebas. Tapi apes, kali ini sang menantu malah berkecak pinggang memandangi ibu mertuanya yang megap-megap di dalam air.
Sempat-sempatnya dia berkata, "Rasain loe!", sambil berputar membawa perahunya ke darat. Besok harinya ketika menantu ini keluar rumah, di depan rumahnya terparkir Mercedes Benz S-Class terbaru beserta kertas bertuliskan, "Dari ayah mertuamu"

Selengkapnya...

9 Tips Memberi Nama Anak

Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.

-Nama itu mengandung doa.
Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Doa.Tetapi doanya yang singkat-singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira lagi bernazar atau berkomitmen sama Tuhan. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang "Amiinn.."

-Nama jangan nyusahin orang Kelurahan.
Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus,jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel- dobel (mis. Lloyd,Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP dll.Nah... nggak enaknya lagi kalo kita minta revisi biasanya kena biaya lagi... dan prosesnya lama lagi.

-Nama jangan cuma satu kata
Minimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh.... Ini penting terutama kalo pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadi berangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma 2 Prakoso atau Pamuji atau Paryono khan kesiaan...

-Nama jangan terlalu panjang
Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan... Nama panjang seperti Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang Hari.... adalah sangat-sangat not-recommended.

-Nama anak bersifat internasional
Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov misalnya orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Amrik bilang Sechlaytinove... Syusah khaaannn Padahal maksudnya Sabtu Kliwon Tiga November...

-Ketahuilah arti nama anak
Ketahuilah arti nama anak. Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalo ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu artinya Orang Utan.

-Jangan pakai nama artis.
Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu kelakuannya baik... lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda gak kreatif dalam bikin nama.

-Abjad huruf pertama nama anak.
Huruf pertama "A" pada nama anak ada enak gak enaknya. Gak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Gak sempet nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf pertama itu antara D sampai K. Cukupan lah... Huruf depan Z... wah.. biasanya adanya dibawah...

-Jangan sok Kebarat-baratan
Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Kudu diinget, anda lahir dibumi Indonesia, orang Indonesia, kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, anaknya ya ortunya.. Lagian kalo kejepit toh bilangnya "adawww...." bukan "Oh my God.."
Selengkapnya...

Rahasia Umur Sapi, Monyet,Anjing dan Manusia

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor
sapi.
Tuhan berkata kepada sang sapi
“Hari ini kuciptakan kau Sebagai sapi
engkau harus pergi ke padang rumput.
Kau harus bekerja dibawah terik matahari
sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50
tahun ”.
Sang Sapi keberatan, “Kehidupanku akan
sangat berat selama 50 tahun.
Kiranya 20 tahun cukuplah buatku.
Kukembalikan kepada Mu yang 30 tahun.”
Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet.
“Hai monyet, hiburlah manusia. Aku
berikan kau umur 20 tahun!”
Sang monyet menjawab: “What? Menghibur
mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun
cukuplah. Kukembalikan 10 tahun pada Mu ”
Maka setujulah Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing.
“Apa yang harus kau lakukan adalah
menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap
orang mendekat kau harus
menggonggongnya. Untuk itu kuberikan
hidupmu selama 20 tahun.. ”
Sang anjing menolak,
“Menjaga pintu sepanjang hari selama 20
tahun ? No way..! Kukembalikan 10 tahun
pada Mu ” Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia.
Sabda Tuhan :
“Tugasmu adalah makan, tidur dan
bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau
akan menikmatinya. Akan kuberikan
engkau umur sepanjang 25 tahun !”
Sang manusia keberatan, katanya
“Menikmati kehidupan selama 25 tahun?
Itu terlalu pendek Tuhan.”
Let’s make a deal. [jaman dulu udah ada
bahasa inggris ya =)) )
Karena sapi mengembalikan 30 tahun
usianya, lalu anjing mengembalikan 10
tahun, dan monyet mengembalikan 10
tahun usianya pada Mu, berikanlah
semuanya itu padaku. Semua itu akan
menambah masa hidupku menjadi 75
tahun. Setuju ?”
Maka setujulah Tuhan.

AKIBATNYA… ……… ……… ……….
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai
manusia dijalankan kita makan, tidur dan
bersenang-senang.
30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan
layaknya seekor sapi kita harus bekerja keras
sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.
10 tahun kemudian kita menghibur dan
membuat cucu kita tertawa dengan berperan
sebagai monyet yang menghibur.
Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah,
duduk didepan pintu dan menggonggong
kepada orang yang lewat : Uhuk, uhuk (batuk)…
Selengkapnya...